Di sebuah
hutan kecil di pinggir desa ada seekor kelinci yang sombong. Dia suka mengejek
hewan – hewan lain yang lebih lemah. Hewan – hewan lain seperti kura – kura,
siput, semut dan hewan – hewan kecil lain tidak ada yang suka pada kelinci yang
sombong itu.
Suatu hari, si kelinci berjalan dengan angkuhnya mencari lawan yang lemah untuk diejeknya. Kebetulan dia bertemu dengan kura – kura.
Suatu hari, si kelinci berjalan dengan angkuhnya mencari lawan yang lemah untuk diejeknya. Kebetulan dia bertemu dengan kura – kura.
Kelinci :
“Hei, kura – kura, si lambat, kamu jangan jalan aja dong…..lari begitu, biar
cepat sampai.”
Kura – kura : “Biarlah kelinci, memang jalanku lambat. Yang penting aku sampai dengan selamat ke tempat tujuanku, daripada cepat – cepat nanti jatuh dan terluka.”
Kelinci : “Hei kura – kura, bagaimana kalau kita adu lari. Kalau kau bisa menang, aku akan beri hadiah apapun yang kau minta.”
Kura – kura : “Biarlah kelinci, memang jalanku lambat. Yang penting aku sampai dengan selamat ke tempat tujuanku, daripada cepat – cepat nanti jatuh dan terluka.”
Kelinci : “Hei kura – kura, bagaimana kalau kita adu lari. Kalau kau bisa menang, aku akan beri hadiah apapun yang kau minta.”
Padahal di
dalam hati kelinci berkata.
Kelinci :
“Mana mungkin dia akan bisa mengalahkanku.”
Kura – kura : “Wah, kelinci mana mungkin aku bertanding adu cepat denganmu, kamu bisa lari dan loncat dengan cepat, sedangkan aku berjalan selangkah demi selangkah sambil membawa rumahku yang berat ini.”
Kelinci : “Nggak bisa, kamu nggak boleh menolak tantanganku ini. Pokoknya besok pagi aku tunggu kau di bawah pohon beringin. Aku akan menghubungi pak serigala untuk menjadi wasitnya.”
Kura – kura : “Wah, kelinci mana mungkin aku bertanding adu cepat denganmu, kamu bisa lari dan loncat dengan cepat, sedangkan aku berjalan selangkah demi selangkah sambil membawa rumahku yang berat ini.”
Kelinci : “Nggak bisa, kamu nggak boleh menolak tantanganku ini. Pokoknya besok pagi aku tunggu kau di bawah pohon beringin. Aku akan menghubungi pak serigala untuk menjadi wasitnya.”
Kura – kura
hanya bisa diam melongo. Di dalam hatinya berkata.
Kura – kura
: “Mana mungkin aku bisa mengalahkan kelinci ?”
Keesokan
harinya si kelinci menunggu dengan sombongnya di bawah pohon beringin. Pak
serigala juga sudah datang untuk menjadi wasit. Setelah kura – kura datang pak
serigala berkata.
Pak serigala
: “Peraturannya begini, kalian mulai dari pohon garis di sebelah sana yang di
bawah pohon mangga itu. Kalian bisa lihat nggak ?”
Kelinci : “Bisa….”
Kura – kura : “Bisa….”
Pak serigala : “Nah siapa yang bisa datang duluan di bawah pohon beringin ini, itulah yang menang.” Oke,……satu……dua……tiga……mulai !”
Kelinci segera meloncat mendahului kura – kura, yang mulai melangkah pelan karena dia tidak bisa meninggalkan rumahnya.
Kelinci : “Bisa….”
Kura – kura : “Bisa….”
Pak serigala : “Nah siapa yang bisa datang duluan di bawah pohon beringin ini, itulah yang menang.” Oke,……satu……dua……tiga……mulai !”
Kelinci segera meloncat mendahului kura – kura, yang mulai melangkah pelan karena dia tidak bisa meninggalkan rumahnya.
Kelinci :
“Ayo kura – kura, lari dong !” Baiklah aku tunggu disini ya….”
Kelinci
duduk sambil bernyanyi. Angin waktu itu berhembus pelan dan sejuk, sehingga
membuat kelinci mengantuk dan tak lama kemudian kelinci pun tertidur.
Dengan pelan tapi pasti kura – kura melangkah sekuat tenaga. Dengan diam – diam dia melewati kelinci yang tertidur pulas. Beberapa langkah lagi dia akan mencapai garis finish. Ketika itulah kelinci bangun. Betapa terkejutnya dia melihat kura – kura sudah hampir mencapai finish sekuat tenaga dia berlari dan meloncat untuk mengejar kura – kura. Namun sudah terlambat, kaki kura – kura telah menyentuh garis finish dan pak serigala telah memutuskan bahwa pemenangnya adalah kura – kura. Si kelinci sombong terdiam terhenyak, seolah tak percaya bahwa dia bisa tertidur. Jadi siapa pemenangnya ya kura – kura.
Dengan pelan tapi pasti kura – kura melangkah sekuat tenaga. Dengan diam – diam dia melewati kelinci yang tertidur pulas. Beberapa langkah lagi dia akan mencapai garis finish. Ketika itulah kelinci bangun. Betapa terkejutnya dia melihat kura – kura sudah hampir mencapai finish sekuat tenaga dia berlari dan meloncat untuk mengejar kura – kura. Namun sudah terlambat, kaki kura – kura telah menyentuh garis finish dan pak serigala telah memutuskan bahwa pemenangnya adalah kura – kura. Si kelinci sombong terdiam terhenyak, seolah tak percaya bahwa dia bisa tertidur. Jadi siapa pemenangnya ya kura – kura.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar